Negara G20 Bersumpah Perangi Pendanaan Terorisme Global

Negara-negara yang tergabung dalam G20 menyepakati poin langka dalam pertemuan terbaru yang digelar di Hamburg, Jerman. G20 sepakat untuk meningkatkan upaya menangkal pendanaan kelompok ekstremis.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (8/7/2017), negara-negara G20 merilis pernyataan gabungan yang isinya mengecam ‘momok’ pendanaan terorisme. Mereka juga memuji setiap upaya yang telah diambil untuk memutus sumber-sumber pendanaan kelompok-kelompok teror berbahaya secara global.

“Kami menggarisbawahi tekad kami untuk menjadikan sistem finansial internasional berbahaya bagi pendanaan teroris dan sepakat untuk memperdalam kerja sama internasional serta pertukaran informasi,” demikian pernyataan gabungan negara-negara G20.

Dalam pernyataannya, negara-negara G20 juga mendorong negara-negara dunia untuk mendukung upaya Pasukan Satuan Tugas Finansial (FATF). FATF merupakan organisasi internasional beranggotakan 37 negara yang bertugas menangkal pendanaan terorisme.

“Kami menyerukan seluruh negara anggota (G20) untuk memastikan FATF memiliki sumber daya yang dibutuhkan dan mendapat dukungan secara efektif untuk memenuhi mandatnya,” tegas G20 dalam pernyataan gabungannya.

“Seharusnya tidak ada ‘tempat aman’ bagi pendanaan teroris di manapun di dunia ini,” imbuh pernyataan itu.

Gejolak antara Amerika Serikat (AS) dengan negara-negara Barat lain terkait perdagangan dan perubahan iklim, telah menjadikan KTT G20 tahun ini, yang biasanya bebas riak-riak diplomatik, menjadi forum paling ‘bergejolak’ dalam sejarah G20.

G20 yang didirikan tahun 1999, merupakan forum internasional bagi pemerintah dan Gubernur Bank Sentral dari 20 negara ekonomi besar. Tujuan G20 adalah membahas kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan kemajuan stabilitas finansial internasional.

G20 terdiri atas 19 negara berdaulat plus Uni Eropa. Anggotanya antara lain, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, Canada, China, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Meksiko, Prancis, Rusia, dan Turki. Indonesia menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang tergabung forum ini.

Dalam forum G20, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) berbicara soal perang melawan terorisme dan sempat menyinggung konflik Marawi, Filipina. “Kasus Marawi merupakan panggilan untuk kita semua bahwa jaringan ISIS kini telah menyebar dan afiliasi dengan teroris lokal terus terjadi,” kata Jokowi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *